laalaa's posts with tag: curhat
 | test | Feb 20, '08 8:45 PM for everyone |
Test aja dulu soalnya kmrn posting cerita pas revan atit kok ga muncul
 Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu.
Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu, belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui. Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-nabi dan Rasul, serta temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah pada anak-anaknya. Meskipun demikian, ketahuilah nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun, bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan denganNya, hingga saat usia senja ini. Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu, nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan. Nak, sedih, pedih, dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh-penuh airmata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku. Sejak saat itu nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karenaNya, bukan karena aku dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan. Inilah usaha terberatku nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu mendekatiNya tak lagi terlalu sulit. Kemudian kitapun memulai perjalanaan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti, nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus airmatamu, ketika engkau hampir putus asa. khirnya nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan dihadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dariNya, aku akan ikhlas, karena seperti itulah aku di dunia. Tapi kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan. Aku akan bangga nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.
dari ayah yang senantiasa merindukanmu.
Sebenernya aku baca surat ini dari sebuah milis, tapi isi surat ini hampir sama dengan yg surat yg ditulis ayahnya revan mengenai cintanya padaku, pada revan, dan pada keluarga kecil kami itu sesungguhnya adalah cinta karena Allah . Dan supaya aku mencintainya juga hanya karena Allah.. terimakasih ya ayah atas nasehatnya... 
Sebelumnya maaf yaa teman2, cerita ini sebenernya adalah pengakuan dosa hiks.. kemarin sore, aku memberikan sepotong biskuit baby krn kupikir aaah revan dah 5,5 bln, meski aku jd melanggar janjiku untuk memberikan revan ASI exclusive smpai 6bln. "aah kl cm sedikit N' sekali aja gpp kali yaa lagian drpd revan ngemut2 apa aja yg ada di deketnya kan mendingan ngemut yg bisa ke makan" begitu pikirku.
Semenit,duamenit...lima menit, revan masih ngemat-ngemut tu biskuit, dan aku dg santainya memeras ASI untuk stock di freezer. Masih dg ocehan2 ringan si revan menikmati biskuitnya, karna belum bs duduk sempurna jadilah sambil tidur2an gt.. ketika tiba2 ga ku dengar lagi suaranya. DEG!! Aku langsung buru2 menengoknya, dan kulihat revan tengah membuka mulutnya lebar2 sambil meronta-ronta tanpa suara, aku langsung panik mungkinkah revan tersedak?? Jadi teringat kejadian si sasha anaknya mba ika yg tersedak permen.. Langsung aku tengkurapkan revan, dan ku tepuk2 punggung dan bagian belakang lehernya... ga tau cara yg kupake salah atau engga yg ada saat itu aku ketakutan setengah mati. Akhirnya secuil kue keluar, dan my baby menangis, aku juga menangis sambil memeluknya ... ga kusangka aku hampir mencelakai anakku, padahal niatku saat itu baik supaya revan ga ngemut2 barang2 atau jempolnya sendiri, aku ga kepikiran kalo biskuit itu akan tercuil2 dg ukuran yg besar jd revan ga bisa menelannya. Mulai saat itu aku kapoook sekapok kapoknya ga mau lagi memberikan revan biskuit sebelum masanya, lagiaaan wong emang masih ASI kok yoo malah sing aneh2 mbokmu iki vaann... Gitu deh curhatnyaaa....oia..caraku itu bener ga siih,menengkurapkan revan dan memukul2 punggung dan leher bag.belakang?
| |